The Secret of a Happy Life
Penulis
Ust. Yusuf Mansur
Penerbit
Penerbit Zikrul Hakim
Cetakan
1, Juli 2012
Tebal
222 halaman
ISBN
978-979-063-741-2
Manusia adalah makhluk sosial. Segala kebutuhan—sandang, pangan,
dan papan—tidak akan terpenuhi tanpa kehadiran/bantuan orang lain.
Sebab, manusia berstatus ‘makhluk’ yang lemah dan serba terbatas.
Dengan kehidupan yang saling bahu-membahu, dinamika hidup akan terkesan ringan
hingga segala impian terpenuhi. Yang kaya membantu yang miskin; yang lemah
membantu yang kuat; dst.
Buku The Secret of a Happy Life-nya Ust. Yusuf Mansur
menggambarkan perjalanan hidup Luqman—tokoh dalam buku ini—guna menginvestigasi
kondisi hidup masyarakat. Banyak yang ditemui Luqman. Ada seorang bocah yang
mengkritik ketidakpedulian penduduk yang ekonominya melangit. Jeritan anak-anak
yang kelaparan. Sebagian masyarakat yang tidak mampu membeli pakaian baru
menjelang hari raya.
Melihat keresahan yang bertubi-tubi, Ust. Yusuf Mansur memberikan
langkah-langkah secara keagamaan untuk hidup bahagia; kaya dan saling berbagi. Pertama,
mensedekahkan sebagian harta kepada yang membutuhkan—lebih-lebih orang miskin.
Sedekah ini adalah salah satu perintah Allah swt. yang termaktub dalam
Al-Qur’an dengan janji-janji-Nya untuk dibalas berkali-kali lipat. Balasan
itulah yang akan menjanjikan harta seseorang bertambah hingga ia menjadi kaya.
Hanya saja banyak orang yang merespons pernyataan-Nya itu dengan sinis.
Kesuksesan adalah ketika kita mampu berbagi
kesuksesan itu sendiri. (hal 115). Jika orang mengiyakan dan menyadari
pernyataan ini, tentu ia selalu tersentuh hati nuraninya saat menjumpai orang mengais-ngais
kelaparan dan merintih kesusahan. Sebab, mayoritas yang kaya loba merasakan
kebahagian sendiri, tanpa berbagi dan membantu.
Kedua, menanamkan sifat kemanusiaan. Bersemayamnya sifat ini dalam diri
seseorang, maka hidup saling melindungi.
Mungkin masih dianggap biasa jika manusia
kikir. Tapi, yang sangat tragis jika seorang menyiksa yang lain, padahal mereka
saudaranya sendiri—baik beda agama, suku, dan etnis.
Dalam buku ini diurai perbuatan kriminal yang
menyayat hati. Sebut, pemerkosaan seorang gadis kemudian ia dibunuh; bapak yang
memerkosa anaknya sendiri; dst.
Perbuatan sadis manusia terhadap saudaranya
lebih tidak manusiawi daripada binatang. Dalam Al-Qur’an: Tsumma radadnahu asfala safiliin. Lalu kami mengembalikannya
(manusia) menjadi yang paling hina daripada orang yang hina. Padahal ia tercipta
dengan rupa yang mulia—lebih mulia daripada malaikat, syetan, jin, dan hewan. Binatang
saja yang tidak dikaruniai akal, masih menyayangi hewan yang lain. Terus,
kenapa manusia sekejam itu?
The Secret of a Happy Life merupakan buku pertama di antara 4 jilid buku Be Inspiring-nya Ust. Yusuf Mansur. Buku
ini dikemas dengan cerita-cerita faktual yang ditemui Luqman. Membacanya tidak njelimet
karena kata-katanya yang sederhana. Hanya buku ini, bagi saya, kurang
memukau mengarungi setiap kata perkata. Sejauh feeling dan mood saya,
Ust. Yusuf Mansur ini lebih cocoknya bukan sebagai penulis, tapi hanya saja
beliau menulis buku. Beliau lebih berbakat di dunia ceramah/dai.
Tapi, tak kenapa Ust. Yusuf Mansur terus
berkarya, karena setiap karyanya tetap dibutuhnya. Bisa jadi, anggapan saya
tentang keminusan buku ini salah kerena saya masih kali pertama membaca karya-karya
beliau.[]
Annuqayah, 3 Oktober 2015

No comments:
Post a Comment