Wednesday, July 8, 2015

Menjadi Pemimpin yang Didambakan Banyak Rakyat



Saya kirim surat ini untuk wakil rakyat yang terhormat.

“Menjadi pemimpin yang amanah tidak mudah. Jika demikian, kenapa banyak orang berambisi menjadi pemimpin? Sungguh pertanyaan yang sering terlupakan dan dibiarkan terlantar.”

“Walau berat mengemban amanah, bukannya kita menyerah dan angkat tangan untuk menjadi pemimpin. Sebab, suatu negara dengan pemimpin yang bejat jauh lebih baik dari pada negara yang tidak memiliki pemimpin.”

“Untuk seorang pemimpin yang bijak dikira penting mencontoh tokoh-tokoh pendahulu kita yang dipandang baik di mata rakyat. Misalkan, Drs. KH. A. Warits Ilyas. Sejarah disertai cerita-cerita yang disitir dari sumber yang sahih menggolongkan beliau sebagai pemimppin yang amanah; istiqamah, bijak, dan anti-korupsi. Citra positif ini dapat dibuktikan saat beliau memimpin Sumenep sebagai DRP selama dua periode. Jarang atau tidak ada tindakan kongkalikong yang beliau perbuat. Bahkan, beliau diminta untuk duduk kembali yang ketiga kalinya. Sayang, kondisi fisik beliau yang tidak mendukung. Sehingga, beliau harus banyak istirahat. Bagi beliau, setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannnya, baik di dunia atau di akhirat kelak.”

“Untuk Sumenep, sekarang dan ke depan, tak butuh pemimpin yang pintar (mengumbar janji palsu di depan publik), tapi menginginkan pemimpin yang “mengerti” terhadap kondisi rakyat. Dan, dia mampu mengaplikasikan atau membuktikan bahwa dia benar-benar pemimpin yang bisa membawa Sumenep menuju gerbang kemajuan; pendidikan, ekonomi, dan budaya.”

“Saya kira itu langkah-langkah menjadi pemimpin yang didambakan banyak rakyat. Cukup sederhana!”[]

No comments:

Tuhan, Hamba, dan Doa

Seringkali kita diam, seakan-akan tidak punya problem yang sedang menjerat eksistensi diri kita. Padahal, kita terperosok dalam jurang pe...