Wednesday, July 15, 2015

Menyambut Ulang Tahun Ade’



Saat saya berada di bulan September, pikiran ambigu menentukan langkah. Ada dua momen sejarah yang melekat kuat di dalam pikiran dan sanubari: [1] momen pada 3 September dan [2] momen pada 15 September.   

Kini, hari Sabtu tanggal 6 September 2014 saya menulis. Telah tiga hari rutinitas menulis saya break. Inginnya, terus-menerus menulis, walau menghasilkan satu tulisan setiap hari, tapi, kondisi tak mood. Seolah-olah, memori saya blank. Sepertinya, banyak hal yang dipikirkan, dari yang ini hingga yang itu.

Melewati tanggal 3 September 2014 bikin saya ingat momen spesial yaitu hari ulang tahun Ade’ yang ke-19. Biasanya, saya telepon dia, walau hanya berucap “happy birtday, Ade’ tepat atau setelah tanggal itu. Tak tahu kenapa sejak tanggal itu, feeling jadi kendor. Apalagi, kirim surprise sama dia di Pondok Pesantren Sukorejo Situbondo. Mungkin saya sudah lupa atau pura-pura lupa? Dipikir-pikir, saya masih ingat, bahkan akal saya sehat.

Dulu, pada hari lahirnya yang ke-18 saya pernah merayakan ulang tahunnya bersama teman-teman pondok. Entah, setalah saya evaluasi, efek positif perayaan itu sedikit, bahkan lebih mendekati israf. Perayaan dengan peniupan lilin, nyanyi-nyanyian, dan pemotongan roti terkesan minus dari nilai-nilai ajaran Islam, kalau pun memiliki kesan positif terhadap orang yang dirayakan.

Nah, momen ulang tahun, saya pikir, dirayakan tanpa menghapus tradisi-tradisi Islam yang memiliki kontribusi besar terhadap 3 kecerdasan manusia: kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Di antara tradisi Islam itu, mengaji, shalat, dan berdoa. Ketiga aktivitas tersebut, simple dan bermutu. Dengan mengaji, seakan-akan saya larut dalam kisah-kisah manarik dalam Al-Qur’an. Dengan shalat, sepertinya saya curhat kepada-Nya. Dan, dengan doa, seolah-olah saya menghamba kepada-Nya. Perfek, bukan?

Menjelang hari Rabu kemarin di pertengahan malam saya susun serangkaian doa untuk Ade’. “Di hari ulang tahun Ade’ ini, saya mengharap Ade’ menjadi orang yang makin lama makin baik!,” doa saya.

19th Happy anniversary Ade’! May you be better and better!

Hanya ini yang saya bisa perbuat, Ade’.[]

No comments:

Tuhan, Hamba, dan Doa

Seringkali kita diam, seakan-akan tidak punya problem yang sedang menjerat eksistensi diri kita. Padahal, kita terperosok dalam jurang pe...